Kelebihan Kaleng untuk Mengemas Makanan dan Minuman

Ada banyak kelebihan kaleng untuk bahan kemasan makanan dan minuman. Salah satunya adalah agar makanan bisa bertahan lebih lama tanpa membutuhkan pengawet bahan kimia. Selama kemasan kaleng tersebut tidak rusak, bocor, dan masih dalam kondisi tersegel rapat.


Beberapa orang memang masih ada yang skeptis mengenai penggunaan kemasan kaleng untuk makanan dan minuman. Sebab ada yang bilang kandungan besi atau alumunium yang menjadi bahan dasar utama kaleng bisa bercampur dengan makanan dan terkonsumsi oleh tubuh manusia. Ada juga yang bilang bahwa makanan kaleng sudah bukan makanan segar karena sudah terjadi perubahan warna dalam produknya.


pengemasan kaleng

Walaupun memang sebenarnya, selalu ada kelebihan kaleng dan kekurangannya untuk kemasan makanan. Oleh karena itu dalam artikel kali ini, kita akan membahas apa saja kelebihan dan kekurangan makanan maupun minuman yang dikemas dalam kaleng.


Baca juga : 3 macam jenis kaleng dan kelebihannya


Sejarah Penggunaan Kaleng untuk Makanan

Sebelum membahas tentang kelebihan kaleng untuk makanan, mari kita bahas dulu sedikit tentang penggunaan kaleng untuk mengemas makanan maupun minuman. Karena ternyata, metode pengemasan ini sudah dilakukan sejak abad ke 18, tepatnya sejak jaman Napoleonic War antara Perancis dengan negara-negara di Eropa dan kerajaan Inggris atau British.


Nama kaleng yang sering kita anggap sebagai kemasan makanan sendiri ternyata salah. Karena berdasarkan Wikipedia, arti kaleng adalah sebuah lembar baja yang dilapisi oleh timah.


Penggunaan kaleng untuk mengemas bahan makanan pertama kali dipelopori oleh Peter Durant dalam perang Napoleon. Pada masa itu, pemerintah Perancis membutuhkan alat atau wadah untuk membawa konsumsi para pasukan militer dan bisa dihidangkan dengan cepat di masa-masa darurat.


Atas dasar itu, Peter Durant menyampaikan idenya dalam mengemas makanan dengan kaleng dan menutup rapat kaleng tersebut agar bisa dibawa kemanapun untuk mencegah tumpah.


Selang 1 tahun kemudian, tepatnya di tahun 1910, seorang saudagar kebangsaan Inggris bernama Peter Durant membuat hak paten untuk produk yang dikemas dalam kaleng. Di tahun yang sama pula, Peter Durant memproduksi masal kaleng untuk kemasan makanan dan minuman dengan improvisasi yang ia berikan.


Namun pada masa itu, kaleng masih disegel menggunakan timbal atau timbel. Hal ini justru menyebabkan keracunan timbal berat yang sangat membahayakan untuk tubuh manusia.


Oleh karena itu ketika sudah memasuki era modern, dikembangkanlah alat seamer machine yang digunakan khusus untuk menyegel kemasan kaleng minuman maupun makanan agar kedap udara dan aman untuk tubuh manusia.


Kelebihan Kaleng untuk Mengemas Makanan dan Minuman

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ada banyak kelebihan kaleng untuk mengemas makanan dan minuman baik dalam dunia militer maupun dalam kehidupan sehari-hari. Nah berikut ini adalah beberapa di antaranya.


1. Lebih Ramah Lingkungan

Dibandingkan kemasan plastik, bahan kaleng bisa dibilang lebih ramah lingkungan dan aman untuk ekosistem laut yang menjadi tempat berakhirnya lebih dari 1,8 triliun sampah di dunia.


Sebab tidak seperti plastik, kaleng bisa dan aman untuk digunakan kembali dengan cara didaur ulang. Walaupun pada dasarnya, kedua benda ini sama-sama tidak bisa diuraikan meskipun sudah berusia jutaan tahun.


Namun jangan salah sangka dulu dan menganggap kaleng makanan yang Anda gunakan adalah bekas orang lain. Memang benar kaleng tersebut bisa digunakan kembali, namun hanya setelah dileburkan dan dicetak kembali menjadi lembaran baja yang baru.


Selain itu, setiap perusahaan yang mengemas makanan dalam kaleng juga selalu mensterilkan benda logam ini sebelum memasukan produk mereka ke dalamnya.


Lihat produk kami : Alumunium Blank Cans dari PT. Mitra Solusi Vymindo


aluminum blank cans

2. Ringan dan Mudah Untuk Dibawa dalam Perjalanan

Seperti yang sudah dikatakan tadi, pada awalnya makanan dalam kaleng ini digunakan agar bisa dibawa oleh para tentara dan bisa langsung dihidangkan dalam waktu singkat di tengah perang.


Namun bukan hanya itu, di abad ke 18, masih banyak juga penjelajah maupun saudagar yang menyeberang lautan untuk berdagang dari satu negara ke negara lainnya. Dan demi tetap bisa makan di tengah lautan, mereka membawa makanan dan minuman dalam kaleng yang tetap aman dikonsumsi dalam waktu lama.


Hal ini menjadi salah satu kelebihan kaleng yang paling utama. Sebab makanan kaleng tidak membutuhkan banyak tempat penyimpanan, tidak mudah tumpah, dan bisa tentunya bisa disesuaikan dengan masakan asli para saudagar tersebut.


3. Tahan Lama dalam Suhu Apapun

Kelebihan kaleng untuk mengemas makanan dan minuman yang berikutnya adalah bisa bertahan dalam suhu apapun dan waktu yang cukup lama. Sebelum ditemukannya kaleng untuk mengawetkan makanan, para saudagar dan pelaut menggunakan cara berbeda beda untuk mengawetkan bahan makanan.


Misalnya dengan mendinginkan makanan tersebut hingga beku, menjemur makanan hingga kering, menaburkan garam atau salting, mengasamkan atau pickling dan masih banyak lagi.


Tetapi semua metode tersebut akan mengubah rasa dari makanan yang disimpan dan diawetkan. Misalnya dengan proses pickling rasa makanannya akan menjadi asam atau akan menjadi asin dengan proses salting.


Durasi pengawetan makanan juga hanya bisa berlangsung selama beberapa minggu, tergantung dari kondisi cuaca dan suhu di tengah laut.

Kaleng juga aman untuk dipanaskan. Proses pemanasannya adalah dengan merebus kaleng atas air.


Kekurangan Makanan dan Minuman Kaleng

Setiap cara metode pengemasan makanan pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, Misalnya kelebihan dan kekurangan kemasan kertas, kelebihan dan kekurangan kemasan plastik, kelebihan dan kekurangan kemasan styrofoam, kelebihan dan kelemahan kemasan kaca, dan lain sebagainya. Kemasan kaleng pun punya beberapa kekurangan diantaranya:

  • Mudah terkena korosi jika ada kebocoran di permukaan kaleng

  • Sulit mengetahui apakah makanan kaleng sudah basi atau belum karena kemasannya tidak transparan

  • Terkadang tidak ada aroma dari makanan kaleng karena sudah dingin

  • Makanan kaleng yang ada saat ini kebanyakan sudah memiliki kandungan pengawet tambahan


Makanan yang Bisa Dikemas dalam Kaleng

Setelah mengetahui kelebihan kaleng untuk kemasan makanan, Anda juga perlu tahu makanan apa saja yang bisa dikemas dan diawetkan menggunakan metode ini. Nah berikut ini adalah beberapa makanan yang biasa disimpan dalam kaleng berdasarkan situs Listonic.

  • Ikan-ikanan

  • Makanan berbahan dasar tomat

  • Kacang panggang

  • Masakan bersantan

  • Kacang lentil

  • Sayuran berkuah

  • Daging ayam

  • Daging sapi

  • Kacang Merah


Dengan kelebihan kaleng yang bisa mengawetkan makanan, makanan-makanan di atas yang cenderung mudah basi bisa tetap disantap meskipun sudah dibuat berbulan-bulan yang lalu tanpa ada perubahan rasa yang signifikan dan tidak membahayakan.


Cara Mengemas Makanan dalam Kaleng

Untuk bisa mendapatkan seluruh kelebihan kaleng di atas, Anda perlu mengemas makanan tersebut dengan sangat rapat. Karena jika tidak, makanan akan basi seperti biasa atau Anda bisa keracunan dari racun yang dihasilkan korosi.


Seamer machine menjadi salah satu cara terbaik untuk mengemas dan menutup kaleng dengan rapat agar tidak ada oksigen yang masuk dan membuat bakteri tumbuh di dalam makanan Anda.


Jika Anda penasaran apa itu seamer machine, silahkan kunjungi toko Homebrew Fermentomania di Tokopedia untuk melihat katalog seamer machine terbaik di Indonesia.


Demikianlah segala kelebihan kaleng untuk mengemas makanan dan minuman. Jika Anda ingin membuka usaha makanan atau minuman kaleng sendiri, kami sangat menyarankan untuk mulai dengan membeli seamer machine agar bisa mengemas seluruh produk dengan benar.


2,563 views

Recent Posts

See All
  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter